MINUS 89
By
: Tasya Gita Selsebilla
“ tik tik tik” jam gila itu terus
berdetak,menikam jantung siapa saja yang mendekat, seorang gadis masih berkutat
pada mainannya yang kapan saja dapat meledak. Tanpa pengaman, helm, ataupun
baju seperti astrounot yang sering dibayangkan. Senter, buku kecil, obeng, dan
gunting, hanya empat benda itu saja yang menemani gadis itu. Ia merasa dunia
hanya miliknya, ia memfokuskan matanya pada benda itu, bahkan ia tidak
menyadari bahwa ia sedang duduk langsung di atas tanah. Mata coklat karamel,
rambut yang senada, dan bentuk wajah yang masih seperti anak remaja membuat
gadis ini tampak sangat manis. Kini perhatian semua orang masih berkutat
padanya, namun seorang pria muda tiba tiba berjalan mendekatinya dengan
bersidekap dada.
“Ayolah M89, apakah harus selama ini???” semua
orang melihat ke arah pria itu dengan tatapan membunuh, gadis itu sedang
berkutat dengan sebuah bom yang bisa meledakkan mereka semua dengan mudah
menjadi serpihan kecil. “klik” suara gunting itu mengakhiri semua ketegangan
masal yang ada di gedung itu. Sedangkan gadis yang disebut M89 tersebut berdiri
lalu menghela nafas.
Seketika gadis itu mengunci kaki pria tadi lalu
membantingnya kebelakang dengan mudah.” BUGH!!!” gadis itu meregangkan otot
ototnya dengan santai lalu duduk menyesap minumannya. Sedangkan semua orang
yang ada disana tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, seorang gadis
membalikkan tubuh pria yang lebih besar dari porsi tubuhnya. “hei B21 jangan
banyak bicara, nanti kau tambah tua saja.” Gadis itu tersenyum melihat rekannya
yang sedang memegangi punggungnya yang terasa amat nyeri. “ kenapa??? Kalau mau
balas, di markas saja!!! Dan untuk semua yang lain silahkan lanjutkan pekerjaan
kalian!!!” semua orang langsung membalikkan tubuh mereka dengan cepat dan
berlari meninggalkan tempat itu.
“Aduuh punggungku!!! Kau ini M89 kau kan sudah
tahu kalau aku hanya bercanda, jangan diambil hati!!!” ucap pria itu dengan
wajah yang tidak setuju dan juga memegang punggungnya. Sedangkan gadis dengan
mata karamel itu hanya tersenyum dan mengambil sebuah permen karetnya, gadis
itu memakan permen karetnya dengan tenang namun ekspresinya seketika berubah
saat ia melihat sebuah botol kecil dengan isi yang siap meledak bila di sentuh
sedikit saja. Namun suasana seketika menegang saat ia melihat seorang wanita
yang akan menendang botol itu karena ia sedang membawa kantung belanja.
“ SEMUA YANG ADA DI GEDUNG PERBELANJAAN INI,
TIARAP!!!” seketika gadis itu membulatkan matanya dan berlari ke arah wanita
itu dengan kencang, sedangkan orang orang lainnya saat ini sudah ada di atas
tanah dengan posisi tiarap. Gadis itu membawa wanita itu menjauh dari bom,
sedangkan wanita itu masih terengah engah saat ini.
“Ada apa nak??? Kenapa???” ibu itu masih
bingung dengan semua keadaan ini sedangkan M89 harus segera menjinakkan bom
tersebut. Ia pun mencoba menghubungi B21 dengan cepat.
“ B21
kau ada disana???” M89 sangat khawatir saat ini karena ia tahu sedikit
guncangan dan botol itu tidak stabil maka lantai yang dipijaknya ini tak akan
berbentuk lagi.
“ aku dibelakangmu, kau tidak usah panik
seperti itu!!!” M89 pun menyadari kesalahannya karena ia panik seperti itu,
sedangkan B21 sudah siap dengan berbagai perkakasnya.” Aku tau aku penyelamat,
nah sekarang kau amankan orang orang yang banyak ini, lalu kau bantu aku,
karena aku bolos waktu pelajaran Bom Kimia.” M89 menaikkan satu
alisnya,sedangkan B21 memasang deretan giginya. “ aku tidak faham Bom kimia
M89.” M89 mengeratkan giginya dan B21 hanya memasang peacenya, M89 menuju ke
ruang pengeras suara yang ada di gedung perbelanjaan tersebut, tak lama
kemudian terdengar suara M89 yang terdengar sangat otoriter
“ Perhatian kepada seluruhnya, kita akan keluar
dari gedung ini. Namun bila kalian panik, aku pastikan masih ada bom lain yang
ada di sekitar sini dan bila kalian berlari bom itu akan bergetar dan hal itu
membuatnya meledak.” Seluruh orang yang ada di gedung itu terdiam, gedung itu
sunyi senyap dan M89 masih melanjutkan kata katanya. “ bila aku mengatakan
keluar, maka kalian akan keluar dengan tertib dan beraturan!!! Mengerti!!!”
semua orang menganggukkan kepalanya sedangkan M89 saat ini tengah menelfon
polisi terdekat untuk membantunya mengeluarkan para warga sipil dari gedung.
“ Hey M89!!! Apa kau sudah selesai disana???
Aku keringatan memegangi bom disini!!!” M89 hanya menggelengkan kepala melihat
patnernya yang sangat gila itu.
“ seluruhnya Keluar dengan tertib, mulai dari
lantai satu lalu diikuti oleh yang lainnya!!!” seluruh orang di gedung itu
keluar dengan sangat perlahan karena ketakutan dengan ancaman M89 tadi
sedangkan M89 turun dari ruang pengeras suara tersebut menghampiri patnernya
yang saat ini tengah bercucuran keringat karena memegangi bom. “ tadi kau
bilang tidak boleh panik. Lihat dirimu, kau bahkan lupa cara bernafas karena
ketakutan. Kemarikan bom itu !!!” B21 memberikan bom itu kepadanya dan gadis
itu kembali berkutat pada Bom itu seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
“hey M89???” B21 berfikir untuk bertanya kepada
M89 yang menurutnya sangat misterius itu.
“hm.”
“apa kau lebih tertarik pada bom dari pada laki
laki???” sebenarnya B21 ingin bertanya tentang keluarga, entah mengapa ia malah
bertanya seperti itu. B21 amat gugup karena ia salah bertanya saat ini.
“ hm.”
“ APA??? KAU SUNGGUH SUNGGUH DENGAN KATA
KATAMU???”ia sangat terkejut dengan jawaban M89 dan berteriak tepat di samping
M89 dan M89 terlihat kesal karena itu.
“Ck, diam!!! Apa kau mau Bom ini meledak
sekarang??? Berisik sekali.”
“Ck, aku kan cuma bertanya!!!.” B21 merasa
bosan karena M89 terlalu fokus sehingga ia hanya menganggur saja dan ini
membuat B21 duduk dan hampir tertidur. Setelah beberapa lama dan kini B21 sudah
benar benar tertidur maka M89 menjahilinya. M89 mendekati kuping B21 yang kini
tengah tidur meringkuk seperti janin dilantai pusat perbelanjaan.
“HEIII B21 BOMNYA GAGAL DAN SEPULUH DETIK LAGI
MELEDAK!!!!!” B21 langsung melompat dan berlari sejauh jauhnya dari sana lalu
melakukan tiarap. Sedangkan M89 tertawa terbahak bahak hingga terduduk di
lantai perbelanjaan, semua polisi dan tim yang baru datang bingung dengan apa
yang terjadi dan saat mereka melihat B21 tiarap tanpa sebab sekitar dua puluh
meter dari tempat itu, barulah mereka mengerti dan tertawa terbahak bahak.
Menyadari hal itu B21 langsung duduk dan
memasang wajah kesal, marah, dan kecewanya pada M89. Namun M89 masih tidak
berhenti tertawa bersama rekan lainnya, hingga akhirnya seluruh tim diam karena
kedatangan Jendral, dan B21 pun berdiri namun M89 masih tidak berhenti tertawa.
Seluruh tim melihat M89 dengan tatapan iba sementara B21 terus menyenggol M89
untuk membuatnya sadar.
“EKHEM!!!” TBC
ini permulaan aja....
ini jam sebelas malem dan besok aku harus sekolah....
hadeuhh lupa waktu kan.........
see you next time............


