Senin, 04 April 2016

Bom in Mall


MINUS 89
By : Tasya Gita Selsebilla

“ tik tik tik” jam gila itu terus berdetak,menikam jantung siapa saja yang mendekat, seorang gadis masih berkutat pada mainannya yang kapan saja dapat meledak. Tanpa pengaman, helm, ataupun baju seperti astrounot yang sering dibayangkan. Senter, buku kecil, obeng, dan gunting, hanya empat benda itu saja yang menemani gadis itu. Ia merasa dunia hanya miliknya, ia memfokuskan matanya pada benda itu, bahkan ia tidak menyadari bahwa ia sedang duduk langsung di atas tanah. Mata coklat karamel, rambut yang senada, dan bentuk wajah yang masih seperti anak remaja membuat gadis ini tampak sangat manis. Kini perhatian semua orang masih berkutat padanya, namun seorang pria muda tiba tiba berjalan mendekatinya dengan bersidekap dada.
“Ayolah M89, apakah harus selama ini???” semua orang melihat ke arah pria itu dengan tatapan membunuh, gadis itu sedang berkutat dengan sebuah bom yang bisa meledakkan mereka semua dengan mudah menjadi serpihan kecil. “klik” suara gunting itu mengakhiri semua ketegangan masal yang ada di gedung itu. Sedangkan gadis yang disebut M89 tersebut berdiri lalu menghela nafas.
Seketika gadis itu mengunci kaki pria tadi lalu membantingnya kebelakang dengan mudah.” BUGH!!!” gadis itu meregangkan otot ototnya dengan santai lalu duduk menyesap minumannya. Sedangkan semua orang yang ada disana tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, seorang gadis membalikkan tubuh pria yang lebih besar dari porsi tubuhnya. “hei B21 jangan banyak bicara, nanti kau tambah tua saja.” Gadis itu tersenyum melihat rekannya yang sedang memegangi punggungnya yang terasa amat nyeri. “ kenapa??? Kalau mau balas, di markas saja!!! Dan untuk semua yang lain silahkan lanjutkan pekerjaan kalian!!!” semua orang langsung membalikkan tubuh mereka dengan cepat dan berlari meninggalkan tempat itu.
“Aduuh punggungku!!! Kau ini M89 kau kan sudah tahu kalau aku hanya bercanda, jangan diambil hati!!!” ucap pria itu dengan wajah yang tidak setuju dan juga memegang punggungnya. Sedangkan gadis dengan mata karamel itu hanya tersenyum dan mengambil sebuah permen karetnya, gadis itu memakan permen karetnya dengan tenang namun ekspresinya seketika berubah saat ia melihat sebuah botol kecil dengan isi yang siap meledak bila di sentuh sedikit saja. Namun suasana seketika menegang saat ia melihat seorang wanita yang akan menendang botol itu karena ia sedang membawa kantung belanja.
“ SEMUA YANG ADA DI GEDUNG PERBELANJAAN INI, TIARAP!!!” seketika gadis itu membulatkan matanya dan berlari ke arah wanita itu dengan kencang, sedangkan orang orang lainnya saat ini sudah ada di atas tanah dengan posisi tiarap. Gadis itu membawa wanita itu menjauh dari bom, sedangkan wanita itu masih terengah engah saat ini.
“Ada apa nak??? Kenapa???” ibu itu masih bingung dengan semua keadaan ini sedangkan M89 harus segera menjinakkan bom tersebut. Ia pun mencoba menghubungi B21 dengan cepat.
 “ B21 kau ada disana???” M89 sangat khawatir saat ini karena ia tahu sedikit guncangan dan botol itu tidak stabil maka lantai yang dipijaknya ini tak akan berbentuk lagi.
“ aku dibelakangmu, kau tidak usah panik seperti itu!!!” M89 pun menyadari kesalahannya karena ia panik seperti itu, sedangkan B21 sudah siap dengan berbagai perkakasnya.” Aku tau aku penyelamat, nah sekarang kau amankan orang orang yang banyak ini, lalu kau bantu aku, karena aku bolos waktu pelajaran Bom Kimia.” M89 menaikkan satu alisnya,sedangkan B21 memasang deretan giginya. “ aku tidak faham Bom kimia M89.” M89 mengeratkan giginya dan B21 hanya memasang peacenya, M89 menuju ke ruang pengeras suara yang ada di gedung perbelanjaan tersebut, tak lama kemudian terdengar suara M89 yang terdengar sangat otoriter
“ Perhatian kepada seluruhnya, kita akan keluar dari gedung ini. Namun bila kalian panik, aku pastikan masih ada bom lain yang ada di sekitar sini dan bila kalian berlari bom itu akan bergetar dan hal itu membuatnya meledak.” Seluruh orang yang ada di gedung itu terdiam, gedung itu sunyi senyap dan M89 masih melanjutkan kata katanya. “ bila aku mengatakan keluar, maka kalian akan keluar dengan tertib dan beraturan!!! Mengerti!!!” semua orang menganggukkan kepalanya sedangkan M89 saat ini tengah menelfon polisi terdekat untuk membantunya mengeluarkan para warga sipil dari gedung.
“ Hey M89!!! Apa kau sudah selesai disana??? Aku keringatan memegangi bom disini!!!” M89 hanya menggelengkan kepala melihat patnernya yang sangat gila itu.
“ seluruhnya Keluar dengan tertib, mulai dari lantai satu lalu diikuti oleh yang lainnya!!!” seluruh orang di gedung itu keluar dengan sangat perlahan karena ketakutan dengan ancaman M89 tadi sedangkan M89 turun dari ruang pengeras suara tersebut menghampiri patnernya yang saat ini tengah bercucuran keringat karena memegangi bom. “ tadi kau bilang tidak boleh panik. Lihat dirimu, kau bahkan lupa cara bernafas karena ketakutan. Kemarikan bom itu !!!” B21 memberikan bom itu kepadanya dan gadis itu kembali berkutat pada Bom itu seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
“hey M89???” B21 berfikir untuk bertanya kepada M89 yang menurutnya sangat misterius itu.
“hm.”
“apa kau lebih tertarik pada bom dari pada laki laki???” sebenarnya B21 ingin bertanya tentang keluarga, entah mengapa ia malah bertanya seperti itu. B21 amat gugup karena ia salah bertanya saat ini.
“ hm.”
“ APA??? KAU SUNGGUH SUNGGUH DENGAN KATA KATAMU???”ia sangat terkejut dengan jawaban M89 dan berteriak tepat di samping M89 dan M89 terlihat kesal karena itu.
“Ck, diam!!! Apa kau mau Bom ini meledak sekarang??? Berisik sekali.”
“Ck, aku kan cuma bertanya!!!.” B21 merasa bosan karena M89 terlalu fokus sehingga ia hanya menganggur saja dan ini membuat B21 duduk dan hampir tertidur. Setelah beberapa lama dan kini B21 sudah benar benar tertidur maka M89 menjahilinya. M89 mendekati kuping B21 yang kini tengah tidur meringkuk seperti janin dilantai pusat perbelanjaan.
“HEIII B21 BOMNYA GAGAL DAN SEPULUH DETIK LAGI MELEDAK!!!!!” B21 langsung melompat dan berlari sejauh jauhnya dari sana lalu melakukan tiarap. Sedangkan M89 tertawa terbahak bahak hingga terduduk di lantai perbelanjaan, semua polisi dan tim yang baru datang bingung dengan apa yang terjadi dan saat mereka melihat B21 tiarap tanpa sebab sekitar dua puluh meter dari tempat itu, barulah mereka mengerti dan tertawa terbahak bahak.
Menyadari hal itu B21 langsung duduk dan memasang wajah kesal, marah, dan kecewanya pada M89. Namun M89 masih tidak berhenti tertawa bersama rekan lainnya, hingga akhirnya seluruh tim diam karena kedatangan Jendral, dan B21 pun berdiri namun M89 masih tidak berhenti tertawa. Seluruh tim melihat M89 dengan tatapan iba sementara B21 terus menyenggol M89 untuk membuatnya sadar.
“EKHEM!!!” 

TBC 


ini permulaan aja....

ini jam sebelas malem dan besok aku harus sekolah....
hadeuhh lupa waktu kan.........
see you next time............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar